Bulan lalu, salah satu stasiun televisi swasta mengadakan festival film independent. Apaan tuh? Itu lho, film bebas yang dibikin oleh kita yang nantinya bakalan dilombakan dan dinilai oleh dewan juri. Pemenangnya bisa dapetin uang 200 juta. Lumayan buat biaya nikah. Eh, bikin film lagi deh! He..he..
Sekilas kalo kita bayangkan, sepertinya bikin film itu sulit. Emang sobat, itu mah bukan cuma bayangan, tapi kenyataan. Karena untuk membuat film yang sebanding film-film Hollywood misalnya, butuh biaya yang sangat besar. Selain harus punya peralatan teknis seperti camera, lampu shoting, pemantul cahaya, kereta kameramen, dan sebagainya yang harganya We O We, kita juga kudu bayar artis dan aktor yang lumayan mahal. Tapi, bukan berarti dengan cara sederhana kamu nggak bisa bikin film sendiri. Selama ada kemauan pasti kamu bisa. Apalagi sekarang handycam atau handphone dengan fasilitas video recorder sudah menjamur.
Digcam (camera digital) juga yang tadinya berfungsi hanya untuk mengambil gambar diam saja, sekarang sudah dilengkapi dengan fasilitas pengambilan gambar bergerak (movie). So, sekarang bikin film serasa mudah kalo ada fasilitas yang beginian.
Nah sobat, apa aja yang diperlukan untuk membuat sebuah film? Yuk, kita bahas rame-rame.
Skenario
Yup, bikin film emang harus pake skenario. Apa sih skenario itu? Kalo dalam kamus ilmiah populer, skenario adalah alur cerita dari sebuah sandiwara atau film. Jadi sebelum memulai segalanya dari pembuatan film, kita harus terlebih dahulu membuat skenarionya. Tentang tema, judul, pelaku (tokoh), lokasi, naskah, dan sebagainya semua disusun di sini.
Nah, kalo udah dibikin skenarionya, baru deh kamu tentuin orang-orang yang akan memerankan tokoh dalam film kamu. Nggak usah pake artis dulu deh, pake sodara atau tetangga kamu dulu aja. Biar gratis. Phew!
Eh, tapi kalo kamu mau bikin film tanpa skenario bisa juga lho. Misalnya kamu pengen bikin film tentang kejadian-kejadian unik yang ada di tengah-tengah kehidupan kamu seperti di keluarga, teman, atau di mana saja, tinggal kamu cari aja en terus kamu rekam deh kejadian tersebut. But, kamu kudu nyadar juga, kalo kamu rekam pake HP atau digcam tentunya cuma bisa memuat film beberapa detik atau menit saja. Kecuali kalo memori di digcam atau ponsel kamu gede, tentunya lebih leluasa buat kamu untuk merekam gambar.
Mengenal alat shoting
Yup, nih dia yang kudu jadi perhatian dalam menyusun sebuah film. Alat recorder sekarang emang banyak seperti yang udah ditulis di atas. Ada handycam, camera digital, atau handphone juga bisa. Buat handycam, banyak sekali merk-merk yang sudah bertebaran di pasar elektronik. Sony, Samsung, Panasonic, Canon, JVC, dan lain-lain. Begitu juga dengan digcam. Kalo handphone, banyak juga sih yang udah mendukung fasilitas ini. Sebut saja Nokia 8680 yang cameranya bisa bolak-balik. Atau Sony Ericson s700i, Samsung, dan lain-lain, yang kameranya tidak hanya berfungsi mengambil foto saja, tetapi juga bisa merekam gambar bergerak. Nah, dari sini tinggal kamu pilih saja sesuai dengan yang kamu miliki. Kalo belom punya, nabung dulu deh dari sekarang. Oke?
Pengenalan software editing
Sip deh, kalo kamu udah nge-shoot beberapa film. Tinggal sekarang gimana nih supaya hasil shoot-an kamu bisa dinikmati juga oleh keluarga atau temen-temen kamu. Yup, pake shoftware yang udah kamu install ke komputer kamu tentunya. Software yang biasanya diandalkan untuk meng-capture movie dari media seperti handycam, digcam, atau HP, adalah Adobe Premiere, Ulead Video/Media Studio Pro, dan lain-lain. Oya, ada juga software Vegas keluaran Sony.
Menurut penulis sih, memang vegas lebih mudah digunakan dibandingkan dengan software-software lainnya. Tapi nggak usah khawatir, kalo kamu belum punya software-software tersebut di Windows XP kamu, tapi yang Service Pack 2 lho. Di situ ada program untuk membuat film, namanya movie maker. Dengan program ini, film sederhana bisa kamu rangkai. Mau lebih canggih lagi? Tambahin SFX sama kamu. Tapi kudu tambah software lagi, seperti Adobe After Effect, 3Dsmax, atau alias maya.
Oke deh, cobain aja sama kamu rasanya bikin film sendiri. Yang penting dan yang perlu kamu perhatiin, kalo bisa film yang kamu buat isinya bukan yang asal-asalan. Tetapi memiliki sebuah makna dan orang yang melihatnya merasa tersentuh atau gimana gitu. Lebih baik lagi kalo terdapat nilai-nilai dakwah dalam film hasil buatan kamu sendiri. Lumayan buat nambah-nambah pahala.
Simple Tapi Keren
Mau bikin film yang simple tapi keren? Gampang aja sih, misalnya dengan membuat film-film dokumenter. Kalo di tivi-tivi kan ada tuh dari discovery channel film tentang dokumenter binatang. Atau juga seperti 9/11 Fahrenheit yang juga merupakan film dokumenter. Kamu juga bisa lho. Nah, di bawah ini pilihan buat kamu untuk bikin sebuah dokumenter yang asyik:
Dokumenter demonstrasi
Sekarang tuh kan banyak demo-demo atau aksi-aksi yang dilakukan mahasiswa atau kalangan lainnya. Nah, bagus juga kayaknya kalo kamu kumpulkan dokumentasinya en terus kamu rangkai jadi satu film.
Dokumenter pernikahan
Kalo ada temen kamu yang nikah, boleh juga tuh kamu shoot buat kenang-kenangan. Lumayankan, siapa tau nantinya bisa jadi bisnis.
Dokumenter Wisuda/Perpisahan
Kalo yang ini emang kudu ada dokumentasi. Soalnya buat kenang-kenangan kan. Asyik juga tuh kayaknya kalo merekam acara seperti ini.
Masih banyak lagi yang bisa kamu jadiin film dokumenter. Baik di keluarga atau temen-temen kamu. Misalnya dokumenter memasak. Kalo ibu kamu lagi masak kamu film aja tuh. Lebih asyik lagi, kamu tambahan narasi dari kamu nudah gitu kamu jadiin deh CD atau DVD supaya yang lain bisa ikut menikmati. Ya itung-itung jadi artis di rumahan nggak mengapa kan? He..he.. [putra]
sumber yuk bikin Film sendiri
Wuaaaduuhhhhh....
kaga ada yang comment nie?!
gawat2, ini buat tugas lho... bantuin donk...pliiisssssssssssssss
Unit Audiovisual USU adalah unit non-struktural dalam kelembagaan pendidikan Universitas Sumatera Utara yang didirikan dengan Surat Keputusan Rektor USU No. 137/PT05.H/SK/I/88 tanggal 12 April 1988.
Tujuan
Meningkatkan efektifitas dan efesiensi kegiatan proses belajar mengajar melalui pengembangan sistem instruksional.
Fungsi dan Tugas
Membantu bagian sarana akademik dalam menyediakan pelayanan dan penyelenggaraan produksi dibidang Audiovisual dan Elektronika, baik yang bersifat akademik maupun dalam bentuk pengabdian pada masyarakat.Kegiatan Utama : Menyediakan materi dan bahan instruksional berupa desain grafika dan ilustrasi, sblon, poster, spanduk, transportasi, slide, produksi, reproduski audio, produksi dan reproduksi video. Kegiatan tersebut diselenggarakan untuk keperluan perkuliahan, demonstarsi laboratorium, diskusi, seminar, pertemuan-pertemuan ilmiah, kongres dan penyuluhan.
komunikasi
Dunia semakin cepat berubah, dalam dua dasawarsa terakhir perkembangan teknologi sudah demikian pesatnya memberikan dampaknya yang menyentuh segala aspek kehidupan manusia. Salah satu hal yang berkembang sangat pesat dan menjadi pemicu dari perkembangan yang ada adalah komunikasi.
Nah, dalam perkembangan terakhir dimana dunia informasi menjadi sangat penting dalam aspek kehidupan, maka komunikasipun akhirnya tidak dapat ditawar lagi dan menjadi bagian yang sangat penting dalam melengkapi kehidupan manusia.
Metode, fasilitas dan perangkatnya pun sudah berkembang maju sedemikian modernnya sehingga sekarang dunia seakan tidak ada batas lagi, manusia dapat berhubungan satu-sama lain dengan begitu mudah dan cepatnya.
Komunikasi adalah sebuah proses interaksi untuk berhubungan dari satu pihak ke pihak lainnya, yang pada awalnya berlangsung sangat sederhana dimulai dengan sejumlah ide-ide yang abstrak atau pikiran dalam otak seseorang untuk mencari data atau menyampaikan informasi yang kemudian dikemas menjadi sebentuk pesan untuk kemudian disampaikan secara langsung maupun tidak langsung menggunakan bahasa berbentuk kode visual, kode suara, atau kode tulisan.
Tao (
Tetapi harus kita ingat juga bahwa Tao itu adalah hal yang sangat "luar biasa" dan mempunyai sifat keunikanNya yang Agung sehingga mungkin sudah bukan rahasia pula diantara kita semua bahwa Tao itu dianggap bukan sesuatu yang dapat dengan mudah "dimengerti" semua orang, apalagi untuk ditransfer dengan gampang dan cepatnya walaupun menggunakan alat semodern apapun.
Tao jika dipandang secara komplek maka akan lebih kompleks dari kemampuan kita melihatnya, akan tetapi Tao jika dipandang secara sederhana maka akan sangat sederhana melebihi kesederhanaan yang mampu kita bayangkan.
Oleh karena itu saya sangat tidak setuju dengan adanya pendapat bahwa Tao itu tidak dapat dikomunikasikan. Hanya saja memang untuk mengkomunikasikanNya itu bukanlah hal yang mudah juga.
Dalam mengkomunikasikan Tao (
(sunber dari : http://indonesia.siutao.com/tetesan/komunikasi.php)